Ahlan wa Sahlan, Selamat datang di blog sederhana kami, semoga bermanfaat.

Jama'ah Penuh Berkah

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Bekerja Untuk Ummat

Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)

Inilah Jalan Kami

Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)

Musyawarah Kecamatan Badko TPA Jatinom

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan ia seperti bangunan yang tersusun kokoh.

Kesungguhan Membangun Peradaban

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.

Tampilkan postingan dengan label SEKITAR KITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEKITAR KITA. Tampilkan semua postingan

25 November 2011

Iran Akui Tangkap 12 Agen CIA


REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Seorang pejabat Iran Kamis diungkapkan rincian baru tentang pelaporan eksposur jaringan mata-mata AS di Republik Islam Iran. Dia menyatakan, Teheran telah menangkap 12 agen CIA.


Anggota parlemen arlemen Parviz Sorouri, yang duduk di komite yang kuat dari kebijakan luar negeri dan keamanan nasional, mengklaim bahwa para agen yang ditangkap direncanakan untuk menyerang kepentingan Iran dengan bantuan Israel.

Sorouri mengatakan jaringan mata-mata ditujukan untuk merusak Iran dari sisi keamanan, sektor militer, dan nuklir.

Komentar pejabat Iran datang setelah mantan pejabat AS mengatakan pada hari Senin bahwa puluhan mata-mata yang bekerja untuk CIA ditangkap baru-baru ini di Lebanon dan Iran. Hal ini, katanya, sangat 'merepotkan' pihak AS.

Bahkan, seperti diberitakan situs Intellegence Online yang berbasis di Prancis, seluruh agen mata-mata CIA di Beirut telah ditransfer ke Siprus untuk alasan keamanan dan untuk penyelidikan lebih lanjut.

22 November 2011

Bela Hak Palestina dan Kritik Pemerintah Yahudi, Radio Liberal Israel Ditutup


REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV - Israel baru saja menutup stasiun radio Isrel-Palestina. Menurut para pendukung radio langkah itu sengaja dilakukan dengan motif politik untuk membungkam kritik terhadap negara Yahudi.

Kementrian Komunikasi Israel, memerintahkan stasiun Kol Hashalom, atau All for Peace, untuk tak lagi mengudara awal bulan ini dengan tuduhan melakukan siaran ilegal di Israel. Satu anggota partai Likud kanan tempat bernaung Benyamin Netanyahu, Danny Danon, bahkan sesumbar akan melakukan penyelidikan terhadap stasiun yang diduga menyerang pemerintahan Israel tersebut.

Tudingan ilegal itu sungguh ganjil mengingat stasiun telah beroperasi selama tujuh tahun. Penutupan menimbulkan keprihatinan baru mengenai kebebasan pers di saat banyak kaum liberal di Israel memandang tatanan demokrasi dibawah ancaman kelompok ultra-kanan.

Israel mengklaim bahwa All for Peace, yang didirikan aktivis Palestina dan Israel, adalah radio yang membajak frekuensi karena tanpa izin. Namun radio itu membantah dan memiliki lisensi dari otoritas Palestina dan tidak membutuhkan izin dari Israel. Stasiun itu memiliki kantor di Jerusalem Timur, namun mengudara dari Ramallah, Tepi Barat.

Manajer radio, yang dikenal tak biasa karena sikapnya yang terbuka berbicara dengan ultra-kanan Israel seimbang juga dengan militan Palestina, telah menjalani kontak rutin dengan Kementrian Komunikasi selama tujuh tahun beroperasi. Keterangan itu disampaikan direktur asal Israel, Mossi Raz yang berkeras bahwa saat itu ia diberitahu tak perlu untuk mendapat izin Israel.

"Ini jelas bermotif politik," ujar Raz yang juga mantan politisi dari partai sayap kiri, Meretz. "Saya sangat prihatin. Tidak ada lagi demokrasi di sini. Orang berpikir demokrasi hanyalah hak untuk memilik, tapi bukan hanya itu. Anda tak bisa memiliki demokrasi jika tak ada kebebasan dalam pers." ujarnya. Ia juga menambahkan akan mempersiapkan gugatan balik pada putusan di pengadilan.

Danon, politisi halauan kanan vokal yang mengeluhkan stasiun radio tersebut kepada Kejaksaan Tinggi, dua bulan lalu mengklaim perlunya menutup radio itu. "Radio radikal kiri yang menjadi instrumen penghasutan tak boleh diziinkan mengudara ke publik," ujarnya.

Ia dilaporkan keberatan dengan presenter yang mendorong warga Palestina untuk menunjukkan dukungan terhadap negara merdeka. Raz yang tak yakin apakah presenternya telah membuat seruan itu juga menantang balik letak kesalahan seruan tersebut. "Apakah benar itu penghasutan?" ujarnya.

Keputusan dibuat di saat jurnalis Israel tengah bertahan terhadap upaya-upaya kian intensif pemerintah untuk membungkam kritik, baik di media dan juga lewat pembatasan donasi asing di LSM kiri. Tak hanya itu pemerintah juga melakukan kontrol atas Mahkamah Agung dengan mengganti panel hakim yang semua independen menjadi sosok-sosok asal partai dan parlemen.

Sementara fokus utama di garis depan media Israel saat ini adalah terkait reportasi televisi Channel 10 yang juga terancam tutup. Pemerintah dilaporkan menawarkan saluran tersebut menunda pembayaran hutang kepada negara bila memecat reporter yang bertanggung jawab atas liputan investigasi tentang pendanaan perjalanan pribadi yang dibuat Benyamin Netanyahu sebelum menjadi PM. Kritik mengatakan langkah-langkah macam itu menjadi tren demi hanya menampilkan liputan yang berpihak pada Netanyahu. Presenter Channel 2, Yair Lapid, mengatakan, "Kini pemerintah tanpa kontrol tengah membungkam suara-suara yang berbeda."

Sumbang Sepatu Emas ke Palestina, Ronaldo Dikecam Yahudi


Hidayatullah.com--Christiano Ronaldo, bintang asal Portugal yang saat ini bermain untuk Real Madrid, memberikan sepatu emasnya kepada lembaga amal klubnya dalam rangka membantu anak-anak Palestina.

Qodsna, dikutip IRIB (21/11/2011) kemarin mengabarkan, lembaga amal Real Madrid melelang sepatu emas milik Ronaldo itu hingga 1,4 juta euro. Uang hasil lelang itu akan digunakan untuk membangun sekolah-sekolah bagi anak-anak di Jalur Gaza.

Ronaldo yang pernah menjadi pemain terbaik dunia pada 2008 itu, sebelumnya ketika masih bermain untuk Manchester United, Inggris, dalam sebuah acara mengenakan kafiyeh Palestina dan ia mendapat kecaman hebat dari lobi-lobi Zionis.

Akan tetapi media massa Inggris menyebut aksi Ronaldo itu menunjukkan kepedulian dan solidaritasnya terhadap krisis Palestina dan warga Jalur Gaza.

Lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 5 Februari 1985, Christiano merupakan seorang pemain sepak bola Portugal. Ia dapat berposisi sebagai bermain sebagai sayap kiri atau kanan serta penyerang tengah. Saat ini ia bermain untuk tim Spanyol, Real Madrid dan untuk tim nasional Portugal. Sebelum bermain untuk Real Madrid, ia pernah bermain di Sporting Lisboa dan Manchester United.

Pernah bermain untuk Sporting Lisboa pada 2001—2003, ia bermain 25 kali dan mencetak 3 gol. Saat di Manchester United ia bermain 196 kali dan mencetak 84 gol.

Pada 1 Juli 2009, ia pindah ke Real Madrid, klubnya saat ini, dengan memecahkan rekor transfer sebesar 80 juta poundsterling, yang menjadikannya sebagai pemain termahal dalam sejarah sepak bola.*

14 November 2011

Politisi PKS: Habiskan APBN 2011 Pemerintah Jangan 'Kebut Anggaran'


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Anggota Komisi XI DPR RI Kemal Azis Stamboel meminta pemerintah tetap memperhatikan kualitas dalam upayanya mempercepat realisasi penyerapan anggaran tahun 2011. "Lambannya penyerapan anggaran tentunya berdampak pada tingkat pertumbuhan dan kualitasnya. Kalau penyerapan dan kualitas belanja pemerintah baik seharusnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2011 bisa diatas 6,5 persen," ujar dia.

DPR berharap ada peningkatan belanja pemerintah yang lebih baik di kuartal IV. Sehingga bisa mendorong pembangunan dan pertumbuhan lebih baik. Tetapi, ia menambahkan, upaya "kebut" anggaran di dua bulan terakhir yang biasa terjadi ini juga harus tetap memperhatikan kualitas dan jangan hanya asal menghabiskan anggaran.

Sebagaimana diketahui, menjelang akhir tahun 2011, surplus anggaran pemerintah berpotensi semakin besar karena realisasi penyerapan anggaran pemerintah belum maksimal. Diperkirakan dari anggaran belanja pemerintah pusat sebesar Rp717,9 triliun tahun ini, hanya 90 persen yang dapat diserap.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Menteri Keuangan Agus Martowardojo kembali meminta kementerian/lembaga dan Pemda untuk merealisasikan pencairan anggaran tepat waktu. Sampai akhir September ini penyerapan anggaran pemerintah baru tercapai 54,4 persen dari target atau Rp717,9 triliun. Hal ini membuat APBN-P 2011 masih mengalami surplus Rp72 triliun.

"Yang lebih disayangkan lagi realisasi belanja modal lebih rendah dibawah 30 persen. Padahal penyerapan anggaran ini sangat penting untuk mendorong laju pembangunan ekonomi nasional,"ujarnya. Surplus anggaran yang nantinya menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang terlalu besar tentu tidak baik karena ada pembangunan infrastruktur yang seharusnya selesai menjadi terbengkalai.

Padahal setiap kemunduran realisasi pembangunan infrastruktur akan mengurangi daya dukung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

5 November 2011

Google Siap Masuk Bisnis Kabel TV?


REPUBLIKA.CO.ID, KANSAS - Raksasa internet, Google Inc dikabarkan sedang menimbang kesiapan untuk terjun di bisnis TV kable. Layanan TV kabel Google ini bakal menggunakan jaringan fiber optic kecepatan tinggi.

Sebuah sumber yang tak disebut jatidirinya, dikutip Wall Street Journal, mengatakan layanan televisi kabel memungkinan juga bagi Google untuk menyediakan layanan video dan telepon. Meski belum ada penjelasan resmi dari Google, namun dengan menyediakan layanan tersebut, Google diperkirakan menjadi pesaing baru bagi penyedia TV kabel dan telepon dunia.

Spekulasi tentang kesiapan Google masuk bisnis televisi berbayar dan telekomunikasi itu muncul lantaran dinilai sebagai bagian dari ekspansi Google Fiber, sebuah eksperimen internet kecepatan tinggi di Kansas City. Google bahkan dikabarkan juga sudah berdiskusi dengan sejumlah channel seperti Walt Disney Co., Time Warner Inc., dan Discovery Communication Inc.

Pihak Google sendiri menolak berkomentar soal spekulasi tersebut. Jurubicara ketiga pemilik channel tersebut juga tak mau berkomentar. September lalu, Google merekrut Jeremy Stern, mantan eksekutif sebuah TV kabel, yang dikabarkan menjadi tokoh utama masuknya Google ke bisnis TV kabel.

3 November 2011

Sejarah Islam di Rantau Nusantara Harus Diluruskan




Hidayatullah.com--Buku-buku sejarah tentang Islam dan Melayu yang dominan saat ini harus dibenahi. Seperti kebanyakan pandangan sejarawan yang mengatakan bahwa Islam tidak meresap ke dalam jati diri masyarakat Melayu Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Dr Adian Husaini dalam acara bedah buku Historical Fact and Fiction di Gedung Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, hari Rabu (2/11/2011) kemarin.

Menurut Ketua Program Studi Pendidikan Islam—Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor ini, selama ini, suara miring islamisasi di Nusantara banyak dilakukan oleh kalangan orientalis.

“Dikatakan, Nusantara mundur dikarenakan dihancurkan oleh Islam, setelah mengalami kejayaan pada masa kerajaan Hindu-Budha”, jelas Adian A pada acara bedah buku karya terbaru Prof.Dr.Syed M.Naquib al-Attas ini.

Pandangan ini, tidak lain merupakan framework orientalis dalam menganalisis sejarah Islam di Nusantara.

Menurut Dr.Hamid Fahmy Zarkasyi,M.Phil yang juga pemateri pada bedah buku tersebut mengatakan, kesalahan sejarawan orientalis adalah, mereka hanya melakukan penelitian empiris dan asumsi dasar yang digunakan adalah asumsi yang tidak berdasar agama sama sekali.

Suara-suara miring tentang Islamisasi Nusantara telah ada sejak era penjajahan Belanda. Salah satu keberhasilan usaha penjajah dan orientalis adalah meskipun Indonesia mayoritas Muslim, akan tetapi simbol-simbol Negara dan simbol sejarah jauh dari warna Islam.

Adian mencontohkan, keberadaan masjid-masjid bersejarah dan pondok pesantren tidak dianggap penting ketimbang candi. Anak-anak sekolah lebih mengenal dan membanggakan Gajah Mada dari pada Raden Patah dan Wali Songo. Sehingga timbul pemikiran bahwa peradaban candi yang hindu merupakan jati diri bangsa Melayu. Sedangkan wajah Islam sebenarnya justru ditutupi.

Buku Historical Fact and Fiction karya al-Attas ini berusaha menepis fakta-fakta fiktif tersebut.


Menurut pakar filsafat sejarah ini, pengislaman Nusantara telah disiapkan bertahun-tahun, dilakukan secara sistematis, terencana, konsisten dan dilakukan para ulama’ yang hebat. Jadi, kata Adian Husaini, islamisasi Nusantara tersebut bukan asal-asalan.

Mereka memang sengaja datang ke rantau Nusantara untuk menyebarkan Islam. Karenanya, buku ini juga menepis anggapan bahwa pengisalaman Nusantara bukan dilakukan oleh pedagang, sufi atau kaum Syi’ah. Tapi mereka adalah d’ai yang sengaja diutus resmi untuk menyebarkan Islam, ujar Adian.

Dalam buku tersebut juga diungkapkan sebuah hikayat yang menyebut bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7. Dan kuat dugaan penyebaran itu atas perintah sahabat generasi awal.

Salah satu hal penting dalam buku ini menurut Dr. Hamid adalah framework studi sejarah Islam.

“Yang ditawarkan al-Attas dalam buku tersebut adalah seorang sejarawan harus tahu dengan teliti agama yang diteliti, tidak seperti orientalis yang tahu Islam secara parsial. Selain itu sejarawan harus paham simbol-simbol agama, bahasa yang digunakan da’i mencerminkan worldview,” jelas Hamid.

Berkaitan dengan bahasa, al-Attas dengan tegas mengatakan bahwa bahasa Melayu menjadi bahasa pengantar dalam dakwah. Islamisasi itu melalui bahasa Melayu. Kosa kata kunci dalam Islam dimasukkan ke dalam bahasa Melayu.

“Makanya, banyak sekali istilah-istilah bahasa melayu dan Indonesia yang diserap dari bahasa Arab,” tambah Hamid.

Menurutnya ini bukan tanpa sengaja. Akan tetapi memang pandangan hidup bangsa Nusantara itu telah menjadi Islam melalui bahasa melayu.

“Inilah yang disebut islamisasi worldview,” pungkasnya. Sehingga peradaban Nusanatara pada era penyebaran Islam adalah peradaban Islam yang bercorak melayu.

Berdasarkan hal tersebut, menurut Adian, al-Attas dalam buku tersebut sesungguhnya mengaskan bahwa bahasa Melayu dan Islam itu menjadi faktor pemersatu Nusantara, bukan Gajah Mada yang selama ini dipahami dalam buku-buku sejarah.