Ahlan wa Sahlan, Selamat datang di blog sederhana kami, semoga bermanfaat.

Jama'ah Penuh Berkah

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Bekerja Untuk Ummat

Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)

Inilah Jalan Kami

Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)

Musyawarah Kecamatan Badko TPA Jatinom

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan ia seperti bangunan yang tersusun kokoh.

Kesungguhan Membangun Peradaban

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.

31 Oktober 2011

Persipura Persembahkan Piala SCTV untuk Rakyat Papua


  • Para pemain Persipura merayakan kemenangan sekaligus juara SCTV Cup, usai menahan imbang Pelita, 3-3, di stadion Manahan, Minggu (30/10).
Dok. Timlo.Net/aryo
Para pemain Persipura merayakan kemenangan sekaligus juara SCTV Cup, usai menahan imbang Pelita, 3-3, di stadion Manahan, Minggu (30/10).

Solo – Persipura Jayapura akhirnya keluar sebagai juara turnamen SCTV Cup 2011 usai menahakan imbang Pelita Jaya dengan skor 3-3, di Stadion Manahan, Minggu (30/10) malam. Boaz Salossa mencetak hattrick dalam laga ini, sekaligus membawa Mutiara Hitam sebagai kampiun. Anak asuh Jacksen F Tiago pun pulang ke Bumi Cenderawasih dengan membawa piala untuk rakyat Papua.

Meski Persipura hanya bermain imbang, perolehan nilainya tak bakal dikerjar oleh Pelita yang berada di bawahnya. Persipura keluar sebagai juara dengan mengoleksi nilai 7, sementara Pelita mengantongi 5 poin atau terpaut 2 angka dari Persipura.

Duel kedua tim terasa begitu sengit, terbukti enam gol tercipta selama 90 menit. Jual beli gol pun juga datang silih berganti. Laga baru berjalan 10 menit, Persipura dikejutkan oleh gol Safee Sali. Pemain asal Malaysia ini berhasil menggetarkan gawang Yoo Jae Hoon usai menerima umpan silang dari Greg Nwokollo. Pada menit 32, giliran Greg Nwokollo yang mencatatakna namanya di papan skor, sekaligus membawa keunggulan timnya menjadi 0-2. Boaz Salossa memperkecil kedudukan menjadi 1-2 pada menit 36 usai memanfaatkan kesalahan lini belakang Pelita. Babak pertama pun berakhir 1-2.

Boaz Salossa kembali sukses menjebol gawang Sasa Radivojevic pada menit 56, dan membawa timnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Akan tetapi Greg Nwokolo kembali berhasil menjadi momok bagi lini belakang Persipura. Pemain yang telah dipanggil Wim Rijsbergen di Timnas ini mengoyak jala gawang Persipura di menit 65.

Beruntung Persipura memiliki pemain potensial sekelas Boaz Salossa, pemain bernomor punggung 86 ini mencetak hattrick dan membawa timnya kembali menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Nasib sial juga menimpa Pelita Jaya, ketika Andesi Prabowo harus diusir lapangan akibat tacklenya yang buruk. Hingga laga bubar, kedudukan 3-3 bagi kedua tim tak berubah. Hasil tersebut otomatis membawa Persipura sukses menggondol Piala dalam rangka perayaan HUT Persis Solo yang 88 itu.

Usai pertandingan, pelatih Persipura Jacksen F Tiago mengaku senang dengan hasil yang dicapai anak buahnya. Dirinya juga berharap piala yang dibawanya pulang dapat mengobati kondisi masyarakat Papua saat ini. “Luar biasa, anak-anak mampu bangkit meski harus tertinggal dua kali. Semoga kemenangan ini bisa menjadi kado spesial bagi rakyat Papua,” ungkapnya usai pertandingan.

Soal Pungutan, Dinas Pendidikan Klaten Menyerah

Pungutan uang Rp 300.000/ orang bagi guru-guru tetap sekolah swasta atau yayasan yang akan mengajukan ­tunjangan sertifikasi (Inpassing) ke pemerintah pusat tak diketahui Dinas Pendidikan. Pasalnya dinas tidak menangani lang­sung proses pemberkasan para guru tersebut ke Ditjen Pening­katan Mutu Pen­didikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK).

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Drs Sunardi MM menjelaskan dinas memang mengetahui ada program itu yang diper­untukkan bagi guru-guru swasta dan yayasan. ”Dinas hanya memfasilitasi sebab ada tim sen­diri dari para guru,” katanya, Minggu (9/10).

Dikatakannya, pemberkasan itu diajukan sendiri oleh para guru ke tim pekan lalu. Pemberkasan itu nanti­nya akan dite­rus­kan ke pusat. Bagi yang lolos akan mendapatkan tunjangan profesi guru non-PNS. Besarannya sekitar Rp 1,5 juta/ bulan. Untuk mengi­kuti pember­kasan itu para guru harus memenuhi syarat tertentu yang ditetapkan pusat.

Namun soal adanya tarikan dana bagi para guru, Dinas tidak mengetahui. Penanganan pemberkasan itu dilakukan dari pusat dan langsung dikirim ke pusat tanpa melalui Dinas Pendidikan. Ada atau tidaknya pendanaan tidak diketahui sebab bisa jadi para guru itu memutuskan sebuah kesepakatan untuk memperlancar proses pemberkasan.

Dana Dikembalikan

Pungutan dana itu, menurut anggota Komisi IV DPRD Klaten Drs Sri Widodo, boleh saja tidak diketahui Dinas. Namun untuk pemberkasannya dia yakin Dinas mengetahui sebab berkaitan dengan dunia pendidikan. ”Jadi sekali pun dinas hanya fasilitator ada baiknya pro aktif mencari tahu. Sebab pasti ada rambu-rambunya,” ungkapnya.

Apalagi proses pemberkasan inpassing mirip dengan sertifikasi dan dananya pun dari pusat. Dengan fakta itu mestinya dinas mengetahui detail prosesnya. Apabila tarikan dana itu benar, kata dia, DPRD akan memanggil tim yang disebut-sebut.

Sebelumnya, ratusan guru sekolah tetap swasta/ yayasan yang menjadi peserta pemberkasan untuk memperoleh tunjangan profesi bukan guru PNS (Inpassing) resah. Pasalnya, mereka ditarik uang Rp 300.000 oleh panitia dengan alasan yang tidak jelas meski belum tentu lolos.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Klaten, HM Nurcholis Madjid bahkan dengan tegas meminta jika benar ada tarikan dana harus dikembalikan. ”Sudah guru swasta gajinya tidak tentu dan tidak PNS, ini malah ditarik uang,” tegasnya.

Logikanya, apabila dana itu dari pusat maka pemberkasan dibiayai negara. Tidak ada tarikan dana yang justru membebani guru sedangkan mereka belum jelas lolos atau tidak. ( Achmad Hussein / CN26 / JBSM )

Disalin dari: SUARA MERDEKA, 09 Oktober 2011

Sambut Hari Relawan Indonesia, 26 Desember 2011 PMI Kota Surakarta Rekrut 10.000 Relawan


Ketua PMI Kota Surakarta Susanto Cokro Sutarno (kanan) saat menerima kunjungan Menteri Sosial  Salim Segaf Al Jufri (dua dari kiri) didampingi Walikota Solo Joko Widodo (dua dari kanan), beberapa waktu silam

Ketua PMI Kota Surakarta Susanto Cokro Sutarno (kanan) saat menerima kunjungan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri (dua dari kiri) didampingi Walikota Solo Joko Widodo (dua dari kanan), beberapa waktu silam

Solo -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta kembali memberikan gebrakan baru dalam rangka menyambut Hari Relawan Indonesia yang jatuh tanggal 26 Desember mendatang. Tak kurang dari 10.000 relawan dikumpulkan untuk menyambut Hari Relawan tersebut. Acara bertajuk "10.000 relawan untuk kemanusiaan" rencananya digelar tanggal 26 Desember di Taman Balekambang Solo.

CP Tri Wuryanto, Humas PMI Kota Surakarta dalam rilis yang diterima Timlo.net, Senin (31/10) pagi, menyebutkan, PMI Kota Surakarta mengadakan perekrutan relawan PMI yang dibuka untuk umum. "Masyarakat yang ingin bergabung dengan PMI bisa mendaftarkan diri ke PMI Kota Surakarta. Diharapkan dengan seamkin banyaknya masyarakat yangbergabung dalam relawan PMI diharapkan kegiatan kegiatan kemanusiaan bisa lebih merata dan dirasakan manfaatnya bagi mereka yang membutuhkan," jelasnya.

Dalam melaksanakan kegiatan ini, PMI Kota Surakarta bukan tanpa alasan dan tujuan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, para generasi muda Kota Surakarta pada khususnya dapat berperanserta dan berpartisipasi secara aktif untuk bergabung menjadi relawan PMI Kota Surakarta yang nantinya akan mendapat pembinaan dan pengarahan serta pembentukan suatu karakter manusia yang tanggap, terampil dan berkualitas dalam menanggapi berbagai bencana alam bahkan bencana sosial.

"Proses recruitment relawan ini terus dilakukan oleh PMI Kota Surakarta yang bermarkas di Jalan Kolonel Sutarto 58, Jebres, Surakarta. Daftarkan diri Anda segera," tambah CP Tri Wuryanto.

Alhamdulillah...Tujuh Wanita WNA Termasuk Satu Perawat Asal AS Jadi Mualaf di Riyadh


REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH - Tujuh wanita, termasuk seorang perawat berkebangsaan Amerika Serikat bersyahadat di Riyadh, Arab Saudi. Ketujuh mualaf baru ini menyatakan keislamannya di Gedung Dakwah, demikian Middle East News Agency melaporkan.

Pimpinan lembaga Dakwah Arab saudi menyatakan, para mualaf baru ini mempelajari Islam secara otodidak. Ia mencontohkan Carol asal AS, yang pertama kali mengenal Islam dari rekan sekerjanya. Wanita yang kemudian memutuskan menjadi perawat di sebuah rumah sakit di Riyadh ini kemudian makin tekun belajar Islam. Ia memilih nama Nesrin setelah berhijrah. Di Gedung Dakwah, satu persatu mualaf mengucap syahadat, disaksikan rekan dan Muslim lainnya. Tak ada yang harus mengulang, semua diucapkan secara lancar. Selain Carol, tiga dari ketujuh pekerja itu diketahui berasal dari Filipina, dua dari Srilanka, dan satu dari Etiopia. Mereka belakangan belajar Islam secara intensif bersama di bawah payung lembaga dakwah setempat. Sebelumnya, enam pekerja asing juga berislam pekan lalu. Lima di antaranya berasal dari Filipina, dan seorang dari Kenya.

29 Oktober 2011

Mantan Anggota Parlemen Rusia, "Islam Mengisi Kekosongan Hatiku"


Setelah memeluk Islam pada tahun 1994, mantan anggota parlemen Rusia ini menggunakan nama islami Fatimah Abdur Rasheed. Ia lalu menunaikan ibadah haji dan mendalami agama Islam dengan belajar di jurusan studi Islam, Universitas Kazan, Republik Tartaristan.

Fatimah mengungkapkan setelah memeluk Islam, ia merasakan sebuah "revolusi" dalam dirinya. Aktivitas sosial Fatimah, membuatnya dikenal masyarakat sehingga mudah baginya terpilih sebagai anggota parlemen Rusia. Tapi Fatimah mengaku selalu merasakan kekecewaan yang mendalam dalam hatinya.

"Saya merasa ada yang kosong dalam diri saya. Maka, sejak awal saya menegaskan harus mengisi kekosongan itu dengan bimbingan dari Allah Swt. dan Islam menjadi agama yang saya pilih," ujar Fatimah menceritakan awal dirinya masuk Islam.

Namun, setelah mengucap dua kalimat syahadat, Fatimah menghadapi tantangan baru yang lebih berat. Ia diboikot oleh suami dan seluruh anggota keluarganya. Tapi hal itu tidak menggoyahkan tekad Fatimah untuk tetap menjadi seorang muslimah. Ia berusaha tegar dan ketegarannya di kemudian hari berbuah manis, karena kakak perempuan dan anak laki-laki Fatimah akhirnya juga memutuskan untuk masuk Islam.

Empat tahun kuliah di jurusan studi Islam, Universitas Kazan, Fatimah belajar hadis, sirah, hukum Islam dan tentu saja Al-Quran. "Setiap kali membaca Quran, hati saya membuncah dengan perasaan ingin bertobat atas kehidupan saya di masa lalu, yang saya lewati tanpa karunia Allah. Penjelasan tentang surga dan neraka dalam Al-Quran, membuat imajinasi saya melambung tinggi ke langit," tutur Fatimah.

Sebagai seorang muslimah, Fatimah pelan-pelan juga mengubah cara berbusananya dengan mengenakan busana muslimah. Lagi-lagi ia menghadapi tekanan berat dari berbagai lapisan masyarakat di Rusia. "Tapi, sejak saya memutuskan untuk memeluk Islam secara penuh, saya hadapi semua tekanan itu," tukas Fatimah.

Tapi sebenarnya yang membuat Fatimah memutuskan masuk Islam? Menurut Fatimah, awal ketertarikannya pada Islam bermula pada tahun 1994, ketika ia pertama kalinya mendengar suara azan. Suara azan itu membuat badannya gemetar. Ia mencari tahu apa itu azan dan arti kalimat yang dikumandangkan dalam azan. Tapi, berbagai informasi yang bias tentang Islam. membuat Fatimah khawatir dan ragu untuk mendalami Islam, apalagi berpikir untuk masuk Islam.

Meski masih merasa ragu, Fatimah membaca riwayat tengan kehidupan Nabi Muhammad Saw, namun ia masih belum berani menyentuh Al-Quran karena ia merasa masih tidak pantas untuk menyentuh kitab suci kaum Muslimin itu. Perlahan-lahan, keberanian Fatimah muncul, ia menemukan Al-Quran adalah cermin dari kehidupan masyarakat islami dan ia tidak ragu lagi untuk lebih mendekatkan diri pada Islam.

"Alhamdulillah, perasaan ragu itu seketika hilang, dan berganti dengan kepuasan batin setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Allah Swt telah menganugerahkan hidayahnya yang istimewa buat saya. Saya merasa damai hidup dengan Islam," ujar Fatimah.

Tak lama setelah bersyahadat, pada tahun yang sama, 1994, Fatimah menunaikan ibadah haji. "Mekkah membuat saya terkagum-kagum. Melihat orang tawaf mengelilingin Kabah adalah kenangan tak terlupakan. Saya sangat terkesan melihat persaudaraan muslim seluruh dunia saat menunaikan ibadah haji," ungkap Fatimah.

Ia juga mengaku terkesan karena selama berhaji, ia tidak pernah melihat satu orang pun pengemis di kota Mekkah. Kota Mekkah juga tetap terjaga kebersihannya meski jutaan orang memadati kota itu saat musim haji. "Mekkah menjadi magnet yang membuat saya selalu ingin kembali ke sana, untuk memperbarui keimanan dan spiritual saya. Ibadah haji membuat hati saya tenang dan damai," sambung Fatimah.

Ditanya mengenai generasi muslim baru di Rusia, Fatimah mengungkapkan keprihatinannya karena banyak generasi muda muslim di Rusia sekarang ini yang enggan menikah. Salah satu penyebabnya, kata Fatimah, karena faktor ekonomi.

"Kondisi keluarga di Rusia, bisa dibilang rata-rata buruk. Banyak kaum ibu di Rusia yang harus bekerja sehingga tidak bisa memberikan perhatian yang cukup pada anak-anak mereka. Jika mereka tidak bekerja, keluarga di Rusia hanya mengandalkan pemasukan hanya dari suami, yang tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Itulah sebabnya, generasi muslim baru di Rusia, banyak yang tidak mau menikah dan cenderung menghindari tanggung jawab berkeluarga," papar Fatimah. (kw/TTT)

28 Oktober 2011

Rasulullah Teladan Ummat

Rasulullah Teladan Ummat

Sejarah hidup Rasulullah Muhammad SAW adalah sejarah lahirnya peradaban. Semua aspek kehidupan yang beliau lalui telah melahirkan satu peradaban yang utuh dan komprehensif. Rasulullah adalah Ayah terbaik dari anak-anaknya, seorang Imam terbaik dari jamaahnya, seorang pemimpin terbaik dari rakyatnya, dan masih banyak lagi.

Begitulah satu petikan materi diskusi pekanan malam selasa (17/05/2010) kemarin. Satu pembahasan yang mungkin hanya menggambarkan satu dimensi kesempurnaan Rasulullah dari sekian banyak kesempurnaan yang ada. Dengan metode mind map, Adjie Bakti (Pemateri) telah menyampaikan satu demi satu sisi kepribadian Rasulullah dengan mengambil tema Visualisasi Kepribadian Rasulullah. Ulasan ringkas dalam bentuk tulisan tangan satu lembar telah banyak memberikan arti dan pengetahuan baru tentang Rasulullah.

Dialah seorang Nabi yang paling penyabar, ujian yang ia hadapi dengan kesabaran selalu mengantarkan hidayah bagi musuh-musuhnya. Dia juga seorang yang paling Dermawan, yang dengan seluruh potensi materi yang ia miliki selalu berujung pada kemanfaatan para kaum dhuafa dan perjuangan umat. Dia pula seorang yang paling mulia akhlaknya, seorang pemimpin yang dengan sabar mendengarkan seorang nenek yang menceritakan tentang cucunya dalam waktu yang cukup lama.

Sungguh, pembahasan tentang Rasulullah adalah pembahasan yang tidak akan pernah selesai meski tinta dan kertas kita telah habis untuk menuliskannya. Seorang pemimpin yang selalu menjadi panutan bagi rakyatnya, Seorang panglima perang yang gagah berperang di barisan terdepan.

Sungguh, lembaran-lembaran perjalanan Rasulullah adalah pelajaran yang sangat sempurna. Dan butuh waktu yang cukup lama untuk menggali hikmah dan pelajaran dari sunnah-sunnahnya. Akhirnya, pembahasan masalah ini harus berakhir dengan satu tekad untuk terus memperjuangkan sunnah-sunnahnya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari baik sebagai individu maupun dalam berjamaah.

(Dirangkum dari hasil diskusi pekanan Explorer & FKPRM Jatinom hari Senin, 17 Mei 2010)